Yang Diharamkan atas Wanita Haid dan Nifas

Yang diharamkan atas orang haid dan nifas :

1. Shalat
2. Thawaf
3. Memegang mushaf Al Quran dan membawanya
4. Membaca Al Quran
5. Berdiam diri di masjid
6. Puasa
7. Bersenang2 diantara pusar dan lutut (jima’)

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3
* Fiqih Madzhab Syafii

 haram atas haid nifas
Iklan

Makruh Makruh Shalat

Makruh dalam shalat :

– Menengok tanpa keperluan
– Melihat ke langit
– Berdiri di atas satu kaki atau satu kakinya lebih maju dari satunya (tidak lurus)
– Meludah
– Mengeraskan dan merendahkan bacaan pada yang bukan tempatnya
– Shalat di kuburan
– Shalat menahan buang air kecil, buang air besar dan buang angin
– Membuka kepala (tidak pakai peci atau sorban)
– Shalat di depan makananan yang membuatnya pingin

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3, hal 26
* Fiqih Madzhab Syafi’i

makruh shalat

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Rawatib adalah shalat yang mengiringi shalat fardhu

Shalat Rawatib ada dua : Muakad dan Ghairu Muakad

Muakad adalah yang dikuatkan, sangat dianjurkan
Ghairu Muakad adalah yang tidak dikuatkan, namun tetap berpahala

Shalat Rawatib yang Muakad yaitu :
1. Dua rakaat sebelum dzuhur
2. Dua rakat sesudah dzuhur
3. Dua rakaat setelah Maghrib
4. Dua rakaat setelah Isya
5. Dua rakaat sebelum Shubuh

Shalat Rawatib yang Ghairu Muakad yaitu :
1. Dua rakaat sebelum dzuhur
2. Dua rakaat setelah dzuhur
3. Empat rakaat sebelum Ashar dengan dua salam
4. Dua rakaat setelah Isya

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3, hal 27
* Fiqih Madzhab Syafi’i

shalat rawatib

Imam Nawawi dan Syekh Nawawi

Tidak sedikit yang tertukar antara Imam Nawawi dan Syekh Nawawi

Imam Nawawi adalah ulama yang berasal dari desa Nawa dekat Damaskus, (1233 – 1277 M ~ wikipedia), Beliau yang menyusun kitab Riyadhus shalihin, Syarah Muslim, Syarah Muhadzab, Al Adzkar dsb. Beliau disebut ulama terbesar dan rujukan utama dalam madzhab Syafi’i. Beliau merinci dengan detail hukum2 yang dipakai dalam madzhab Syafi’i. Beliau disebut pula Mujtahid fatwa, yakni mujtahid satu tingkat di bawah Mujtahid mutlak, mujtahid seperti Imam Syafii dan Imam madzhab lain.

Sedangkan Syekh Nawawi adalah ulama Nusantara yang berasal dari Serang Banten, (1813 – 1897 M ~ wikipedia), terkenal di mancanegara karena kealiman dan kitab2nya, kitab beliau antara lain Tafsir Munir, Sullamul munajah, Nashaihul ibad, Tanqihul Qoul dsb.
Beliau pernah mukim di Mekah dan pernah menjadi Imam di masjidil Haram. Karena dari banten beliau dijuluki Syekh Nawawi Al Bantani.

Karya kedua ulama tersebut banyak dipelajari di pesantren2 Indonesia.

 

Sujud Sahwi dan Sebabnya

Apa itu Sujud Sahwi

Sujud sahwi yaitu sujud dua kali setelah tasyahud akhir sebelum salam.

Apa sebab Sujud Sahwi

1. Meninggalkan sunnah ab’ad *
2. Melakukan sesuatu dengan lupa, yang apabila dilakukan dengan sengaja maka batal, seperti berucap sedikit karena lupa
3. Ragu2 dalam rakaat, apabila ragu2 dalam jumlah rakaat shalat, kerjakan yang yakin berapa, sempurnakan shalat, kemudian sujud sahwi
4. Memindahkan rukun qouli (ucapan) yang tidak membatalkan selain pada tempatnya, seperti mengulang Al fatihah pada ruku’, sujud atau duduk.

* Sunnah Ab’ad ada 7 yaitu :

1. Duduk tasyahud awal
2. Baca tasyahud awal
3. Shalawat pada tasyahud awal
4. Shalawat pada keluarga nabi pada tasyahud akhir
5. Qunut pada shalat shubuh dan witir setengah akhir bulan ramadhan
6. Berdiri untuk qunut
7. Shalawat atas nabi, keluarga dan shahabat pada qunut.

* Al Mabadiul Fiqhiyah, juz 3 hal 24 dan 23
* Fiqih Madzhab Syafi’i

sujud sahwi

5 Harta yang Wajib Dizakati

Zakat wajib pada benda-benda berikut :

  1. Dari Hewan adalah unta, sapi (termasuk kerbau) dan domba.
  2. Dari Buah-buahan adalah kurma dan anggur.
  3. Dari Biji-bijian adalah seperti gandum, kacang, dan beras serta makanan pokok yang dimakan pada keadaan normal.
  4. Dari perhiasan adalah emas dan perak.
  5. Dari non emas dan perak adalah harta dagangan.

Sumber : Kitab Syarah Sittin Masalah, Penyusun : Syekh Ahmad Romli

11 Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah

Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah ada 11 yaitu :

  1. Berdiri bagi yang mampu, sebagaimana shalat fardhu lainnnya. Lain halnya orang yang tidak mampu.
  2. Niat
  3. Menyinggung kefardhuan shalat, namun tidak wajib menyinggung kifayah nya Hendaknya seseorang mengucapkan untuk membantu hati :

اُصَلِّيْ عَلَى هَذِهِ الْجَنَازَةِ فَرْضاً

“Aku menyalati Jenazah ini dengan fardlu”

Atau makmum berniat :

اُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلّى عَلَى الْإِمَامُ

“Aku menyalati orang yang dishalati oleh Imam”

ketahuilah bahwa niat menjadi imam itu sunat dalam shalat jenazah, seperti shalat-shalat lainnya, kecuali shalat Jum’at, di mana niat jamaah merupakan syarat. Dan bahwa niat menjadi makmum, niat mengikuti atau niat jamaah itu merupakan syarat dalam shalat jenazah

4. Takbiratul Ihram

5. Takbir kedua

6. Takbir ketiga

7. Takbir Keempat

8. Membaca Surat Al fatihah seperti shalat-shalat lainnya

9. Membaca Shalawat kepada Nabi shalallallahu alaihi wa sallam setelah takbir kedua

10. Doa minimal untuk jenazah secara khusus setelah takbir ketiga

Minimal doa ini adalah :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia”

Dan doa lain yang menyerupainya.

11. Salam pertama, seperti shalat lainnya.

Sumber :

Kitab Syarah Sittin Masalah , Karya Syekh Ahmad Romli