Makruh Makruh Shalat

Makruh dalam shalat :

– Menengok tanpa keperluan
– Melihat ke langit
– Berdiri di atas satu kaki atau satu kakinya lebih maju dari satunya (tidak lurus)
– Meludah
– Mengeraskan dan merendahkan bacaan pada yang bukan tempatnya
– Shalat di kuburan
– Shalat menahan buang air kecil, buang air besar dan buang angin
– Membuka kepala (tidak pakai peci atau sorban)
– Shalat di depan makananan yang membuatnya pingin

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3, hal 26
* Fiqih Madzhab Syafi’i

makruh shalat

Iklan

Imam Nawawi dan Syekh Nawawi

Tidak sedikit yang tertukar antara Imam Nawawi dan Syekh Nawawi

Imam Nawawi adalah ulama yang berasal dari desa Nawa dekat Damaskus, (1233 – 1277 M ~ wikipedia), Beliau yang menyusun kitab Riyadhus shalihin, Syarah Muslim, Syarah Muhadzab, Al Adzkar dsb. Beliau disebut ulama terbesar dan rujukan utama dalam madzhab Syafi’i. Beliau merinci dengan detail hukum2 yang dipakai dalam madzhab Syafi’i. Beliau disebut pula Mujtahid fatwa, yakni mujtahid satu tingkat di bawah Mujtahid mutlak, mujtahid seperti Imam Syafii dan Imam madzhab lain.

Sedangkan Syekh Nawawi adalah ulama Nusantara yang berasal dari Serang Banten, (1813 – 1897 M ~ wikipedia), terkenal di mancanegara karena kealiman dan kitab2nya, kitab beliau antara lain Tafsir Munir, Sullamul munajah, Nashaihul ibad, Tanqihul Qoul dsb.
Beliau pernah mukim di Mekah dan pernah menjadi Imam di masjidil Haram. Karena dari banten beliau dijuluki Syekh Nawawi Al Bantani.

Karya kedua ulama tersebut banyak dipelajari di pesantren2 Indonesia.

 

5 Harta yang Wajib Dizakati

Zakat wajib pada benda-benda berikut :

  1. Dari Hewan adalah unta, sapi (termasuk kerbau) dan domba.
  2. Dari Buah-buahan adalah kurma dan anggur.
  3. Dari Biji-bijian adalah seperti gandum, kacang, dan beras serta makanan pokok yang dimakan pada keadaan normal.
  4. Dari perhiasan adalah emas dan perak.
  5. Dari non emas dan perak adalah harta dagangan.

Sumber : Kitab Syarah Sittin Masalah, Penyusun : Syekh Ahmad Romli

11 Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah

Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah ada 11 yaitu :

  1. Berdiri bagi yang mampu, sebagaimana shalat fardhu lainnnya. Lain halnya orang yang tidak mampu.
  2. Niat
  3. Menyinggung kefardhuan shalat, namun tidak wajib menyinggung kifayah nya Hendaknya seseorang mengucapkan untuk membantu hati :

اُصَلِّيْ عَلَى هَذِهِ الْجَنَازَةِ فَرْضاً

“Aku menyalati Jenazah ini dengan fardlu”

Atau makmum berniat :

اُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلّى عَلَى الْإِمَامُ

“Aku menyalati orang yang dishalati oleh Imam”

ketahuilah bahwa niat menjadi imam itu sunat dalam shalat jenazah, seperti shalat-shalat lainnya, kecuali shalat Jum’at, di mana niat jamaah merupakan syarat. Dan bahwa niat menjadi makmum, niat mengikuti atau niat jamaah itu merupakan syarat dalam shalat jenazah

4. Takbiratul Ihram

5. Takbir kedua

6. Takbir ketiga

7. Takbir Keempat

8. Membaca Surat Al fatihah seperti shalat-shalat lainnya

9. Membaca Shalawat kepada Nabi shalallallahu alaihi wa sallam setelah takbir kedua

10. Doa minimal untuk jenazah secara khusus setelah takbir ketiga

Minimal doa ini adalah :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia”

Dan doa lain yang menyerupainya.

11. Salam pertama, seperti shalat lainnya.

Sumber :

Kitab Syarah Sittin Masalah , Karya Syekh Ahmad Romli

Haram Menyentuh Wanita yang Bukan Muhrim

Hukum Menyentuh kulit wanita non muhrim tanpa penghalang adalah haram

Meskipun dengan penghalang namun dengan syahwat itupun hukumnya haram

Hal itu dijelaskan dalam kitab sullamut taufiq

Diantara yang termasuk dalam maksiat tangan adalah : menyentuh wanita yang bukan muhrim tanpa penghalang atau dengan penghalang namun dengan nafsu syahwat

Ini juga landasan kenapa pacaran kurang pantas dilakukan oleh remaja muslim , salah satunya adalah karena orang pacaran identik dengan pegangan tangan, gandengan, minimal ada sentuhan kulit antara keduanya. dan ini mutlak haram hukumnya.

Rasulullah saw bersabda :

لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani)

Bersalaman 

Timbul masalah, bagaimana cara bersalaman dengan wanita yang bukan muhrim misal sewaktu idul fitri  ?

jawab : Tetap haram bersalaman dengan wanita bukan muhrim , karena keduanya menempelkan kulit. kalau mau bersalaman caranya adalah dengan menelungkupkan kedua telapak tangan dan diletakkan di depan dada. Dengan demikian keduanya terhindar dari bersalaman sentuhan kulit.

Wallahu a’lam

Syarat Membaca Al Fatihah di dalam Shalat

Syarat2 nya :

1. Tertib, atau urut ayat2 nya

2. Berkelanjutan artinya tidak boleh diselingi dengan hal lain

3. Menjaga tasydid

4. Tidak keliru yang merubah artinya

5. Bacaannya bisa didengar oleh telinganya sendiri

6. Tidak diselingi dengan dzikir yang lain

Sumber : Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3 hal 22

Rukun Shalat

Rukun Shalat ada 13 , yaitu :

1. Niat yang berbarengan dengan Takbiratul Ihram

2. Berdiri bagi yang mampu untuk shalat fardlu

3. Takbiratul Ihram

4.Membaca Alfatihah

5. Ruku dengan thumaninah

6.I’tidal dengan thumaninah

7. Sujud dua kali dengan thumaninah

8. Duduk diantara dua sujud dengan Thumaninah

9. Duduk akhir

10 Membaca Tasyahud atau Tahiyyaat akhir pada duduk akhir

11. Shalawat atas Nabi saw pada duduk akhir

12. Salam yang pertama

13. Tertib

Sumber : Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3 hal 21